2 Pancasila sebagai Ideologi Bangsa. Maksudnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. Dengan kata lain, visi atau arah penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang berketuhanan, berkemanusiaan, memiliki persatuan, kerakyatan, dan adil.
Pancasilasebagai ideologi terbuka memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai tersebut antara lain: 1. Nilai Dasar, yaitu hakikat kelima sila Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Nilai dasar tersebut adalah merupakan essensi dari sila-sila Pancasila yang sifatnya universal, sehingga
PancasilaSebagai Ideologi Terbuka - Istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idein yang memiliki arti melihat. Selanjutnya istilah ideologi ini dalam bahasa Inggris menjadi idea yang memiliki arti gagasan, cita-cita, konsep, serta kata logia yang berarti ajaran. Istilah ideologi adalah ajaran atau ilmu mengenai gagasan dan buah pikiran atau science des ideas.
BapakProklamator sekaligus pencetus Pancasila, Ir. Sukarno telah menyusun Pancasila sesuai dengan nilai kehidupan Bangsa Indonesia dan tetap bisa dibawa seiring perkembangan zaman masa kini. Karena itulah, Pancasila adalah sebuah ideologi terbuka. Nah, dalam ideologi terbuka ini ada tiga dimensi yang masing-masing memiliki arti tersendiri, yakni:
Asalmula yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat negara,.. Asal mula pada sesudah dan menjelang Proklamasi Beranda Lainnya. Bab 5 Pancasila Sebagai Ideologi . 39
Karenanilai-nilai dalam Pancasila merupakan Insight of life yang tentu tidak lepas oleh bangsa Indonesia. Hal ini sudah ada dan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat bahkan sebelum dirumuskannya Pancasila sebagai dasar negara. Selain itu, Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran utama sebagai pedoman hidup seluruh bangsa.
aQG9. Pancasila memiliki prasyarat menjadi ideologi terbuka karena - Pancasila adalah ideologi nasional Indonesia yang menjadi landasan negara. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila memiliki prasyarat untuk menjadi ideologi terbuka yang dapat diadaptasi dan berkembang seiring dengan perubahan zaman. Prasyarat tersebut adalah adanya tiga dimensi penting dalam Pancasila, yaitu dimensi realitas, dimensi idealitas, dan dimensi realitas mengacu pada prinsip-prinsip yang mendasar dan relevan dengan situasi aktual yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Prinsip-prinsip ini harus berdasarkan fakta dan realitas yang ada di masyarakat, sehingga Pancasila dapat menjadi panduan dan solusi bagi permasalahan yang ada di idealitas mengacu pada cita-cita atau tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia. Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai ini mencakup keadilan sosial, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha fleksibilitas mengacu pada kemampuan Pancasila untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial, nilai-nilai Pancasila harus tetap relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila harus mampu memberikan ruang untuk mengakomodasi perubahan sosial, sehingga dapat menjadi ideologi yang dinamis dan tidak adanya tiga dimensi tersebut, Pancasila dapat menjadi ideologi terbuka yang tidak mengikat dan membebaskan bagi masyarakat Indonesia. Pancasila memungkinkan masyarakat Indonesia untuk menerima dan mengembangkan ideologi tersebut sesuai dengan tuntutan zaman dan perubahan sosial yang ada. Oleh karena itu, Pancasila memiliki prasyarat menjadi ideologi terbuka karena mengandung tiga dimensi, yaitu dimensi realitas, dimensi idealitas, dan dimensi konteks globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat, Pancasila sebagai ideologi terbuka menjadi semakin penting untuk diimplementasikan. Melalui dimensi realitas, Pancasila dapat memberikan solusi bagi berbagai masalah sosial dan politik yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini, seperti ketimpangan ekonomi, konflik antar etnis, dan masalah idealitas Pancasila menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi semata tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dapat menjadi landasan bagi kebijakan dan keputusan yang diambil oleh dimensi fleksibilitas Pancasila memungkinkan nilai-nilai tersebut tetap relevan dan dapat diadaptasi dengan perubahan zaman dan perubahan sosial yang terjadi. Hal ini memungkinkan Pancasila sebagai ideologi terbuka dan dinamis yang dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan era globalisasi, Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus diperkuat dan diimplementasikan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memperkuat identitas nasional. Dengan memperkuat Pancasila, diharapkan masyarakat Indonesia dapat bersama-sama membangun negara yang lebih maju, sejahtera, dan khas dari ideologi terbuka adalah kemampuannya untuk mengakomodasi perubahan dan kemajuan zaman serta mampu menerima perbedaan dan kritik secara konstruktif. Ideologi terbuka juga menempatkan hak asasi manusia, pluralisme, dan demokrasi sebagai nilai-nilai utama yang harus dijunjung disebut sebagai dasar negara karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dijadikan sebagai pijakan dalam pembentukan dan penyusunan konstitusi Indonesia. Pancasila menjadi dasar hukum dan landasan utama dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di itu, Pancasila juga disebut sebagai ideologi negara karena ia memberikan pandangan hidup dan arah bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupannya secara sosial, politik, dan budaya. Pancasila memberikan nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi kebijakan dan tindakan pemerintah serta masyarakat Indonesia secara umum. Demikian artikel kali ini di motorcomcom jangan lupa simak artikel menarik lainnya disini.
Ilustrasi keterbukaan ideologi Pancasilia. Foto Unsplash/Mufid MajnunPancasila adalah dasar negara dan juga ideologi bangsa Indonesia. Dikarenakan zaman yang selalu berkembang, maka Pancasila harus terbuka dalam menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Sebenarnya, apa alasan di balik Pancasila perlu tetap menjadi ideologi yang terbuka?Alasan di Balik Pancasila Perlu Tetap Menjadi Ideologi TerbukaIlustrasi alasan di balik Pancasila perlu tetap menjadi ideologi terbuka. Foto Unsplash/Mufid MajnunPada dasarnya, ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea memiliki arti gagasan, konsep, pengertian dasar, maupun cita-cita. Sedangkan logos adalah ilmu, paham atau ajaran. Sehingga, ideologi merupakan konsep dasar tentang gagasan dan buah Pancasila sebagai ideologi adalah dasar pemikiran penyelenggaran negara dan peraturan-peraturan yang dibuat oleh negara tidak boleh melenceng dari sila-sila Pancasila. Pancasila mencerminkan jiwa kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila menjunjung tinggi toleransi beragama dan hak asasi sebagai ideologi memiliki beberapa sifat, salah satunya adalah sebagai ideologi terbuka. Apa yang dimaksud dengan ideologi terbuka?Mengutip dari laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, disebut sebagai ideologi terbuka karena Pancasila bisa menyesuaikan diri menghadapi berbagai zaman tanpa harus mengubah nilai ideologi Pancasila tidak kaku dan tidak tertutup, akan tetapi reformatif, dinamis, dan terbuka. Sehingga mampu mengatur kondisi dinamika masyarakat yang sering mengalami perubahan namun tidak mengubah nilai di mengapa Pancasila perlu tetap menjadi ideologi terbuka?Menurut Kaelan dalam buku Negara Kebangsaan Pancasila Kultural, Historis, Filosofis, Yuridis dan Aktualisasinya 2013 menjelaskan mengenai beberapa nilai yang terkandung di Pancasila sebagai ideologi terbuka, yakniPertama, nilai dasar yang mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima hal ini adalah pedoman fundamental yang sifatnya universal, mengandung cita-cita negara, dan tujuan yang baik dan nilai instrumental yang mencakup arahan, kebijakan, strategi, sasaran, dan lembaga yang melaksanakannya. Konsep ini merupakan perkembangan dari yang sebelumnya dasar. Berkatnya, penyesuaian pelaksanaan dari sesuatu yang dasar akan lebih jelas untuk bisa menyelesaikan masalah yang nilai praktis, meliputi realisasi dari instrumental yang sifatnya nyata dan bisa digunakan untuk kehidupan bernegara. Dengan nilai terakhir ini, Pancasila bisa melakukan pengembangan serta perubahan agar bisa sesuai jika diterapkan dalam kondisi masyarakat Indonesia yang Pancasila sebagai Ideologi TerbukaSelain nilai, terdapat tiga macam dimensi yang merupakan syarat Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka, yaituDimensi idealistis menyangkut nilai dasar yang sebelumnya disebutkan, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Selain itu, idealistis dari Pancasila mampu memberikan harapan, optimisme, dan memotivasi masyarakat sesuai cita-cita dasar yang terdapat dalam Pancasila harus diperjelas dengan aturan atau sistem norma negara. Artinya bahwa Pancasila bisa mengatur sesuatu secara mendalam untuk pelaksanaannya melalui norma yang dibuat atau yang satu ini mencerminkan Pancasila bisa hidup dalam segala keadaan yang sedang terjadi di Indonesia. Berkat dimensi ini, realita yang ada di Indonesia bisa diselesaikan dengan keterbukaan ideologi alasan di balik Pancasila perlu tetap menjadi ideologi terbuka. Dengan ideologi terbuka, Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan zaman yang bergerak dengan begitu cepat.MZM
Ilustrasi Pancasila sebagai ideologi terbuka isinya tidak langsung operasional maksudnya adalah Foto Mufid Majnun memiliki Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka isinya tidak langsung operasional maksudnya adalah tidak terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret yang bersifat keras yang wajib ditaati oleh seluruh warga. Simak penjelasannya dalam artikel sebagai Ideologi TerbukaIlustrasi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Foto Bisma Mahendra dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XII SMA 2008 menjelaskan Pancasila ditetapkan menjadi dasar negara Indonesia pada 18 Agustus 1945. Tepatnya pada Pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945 disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI sebagai dasar sila dimusyawarahkan dan dari situ tercapailah sebuah kemufakatan bahwa Pancasila dijadikan sebagai dasar negara Republik Indonesia. Ideologi Pancasila adalah dasar negara yang berfungsi dalam menggambarkan tujuan negara dan dalam proses untuk mencapai tujuan adalah hasil dari refleksi manusia. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat sekaligus membentuk masyarakat menuju cita-cita. Ideologi merupakan pilihan yang jelas dan diperlukan komitmen demi pancasila untuk memberikan orientasi ke depan telah menuntut bangsa Indonesia untuk menyadari situasi yang sedang dihadapi. Dalam hal ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern membuat dunia semakin kecil dan interdependensi bangsa-bangsa di dunia semakin tantangan yang ada di era globalisasi ini bisa diatasi oleh bangsa Indonesia jika kita tetap mempertahankan identitas dan terus berkembang agar bisa bersaing dengan bangsa karena itu, Pancasila perlu tampil sebagai ideologi terbuka karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan yang dimaksud bukannya mengubah nilai dasar Pancasila, melainkan mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkret agar memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang sifatnya mendasar dan secara tidak langsung bersifat Ideologi PancasilaBeberapa dimensi yang menunjukkan ciri khas dalam ideologi Pancasila adalahDimensi teologis. Dimensi yang menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita Proklamasi etis. Dimensi yang menunjukkan bahwa dalam Pancasila, manusia dan martabat manusia mempunyai kedudukan yang sentral,Dimensi integral-integratif. Dimensi yang menempatkan manusia tidak secara individualis, tetapi dalam konteks dimensi-dimensi tersebut, Pancasila sebagai ideologi terbuka bisa terwujud jika hal-hal berikut ini dilaksanakan dengan optimalPerlunya dinamisasi kehidupan masyarakat agar tumbuh mekanisme sosial yang mampu menanggapi permasalah dengan daya inovasi, kreasi, dan demokratisasi masyarakat yang mampu membentuk setiap warga negara menjadi dewasa dan mampu bertindak berdasarkan keputusan dan tanggung jawab terjadi nya fungsionalisasi atau refungsionalisasi lembaga pemerintah dengan lembaga dilaksanakan institusionalisasi nilai-nilai yang membuat seluruh mekanisme masyarakat berjalan dengan wajar dan penjelasan tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka yang harus kalian pahami. KRIS
Pancasila sebagai ideologi terbuka merupakan istilah yang sering didengar. Namun, masih ada beberapa orang yang masih asing dan kurang paham dengan istilah terbuka merupakan ideologi yang dapat menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman. Ideologi terbuka ini biasanya berisi pandangan dasar dan pengembangan yang disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku di terbuka digunakan pada negara dengan sistem demokratis, seperti negara Maksud Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?Pancasila sebagai ideologi terbuka karena tidak perlu lagi mengubah nilai-nilai dasarnya untuk mengikuti perkembangan zaman. Artinya, nilai-nilai dasar Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kehidupan bangsa itu, untuk menjadi ideologi terbuka, Pancasila mencakup pada tiga hal atau syarat, yaituNilai dasar, merupakan sebuah nilai mendasar yang tetap dan tidak berubah. Terdapat dalam sila kelima instrumen, merupakan nilai dasar yang dijelaskan lebih luas seperti pada UUD praktis, nilai yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, hingga Sebagai Ideologi Terbuka Secara StrukturalPancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga dimensi secara struktural, yaituDimensi realitas, nilai mendasar yang mencerminkan realita kehidupan di Idealisme, nilai dasar yang memberikan harapan dan cita-cita pada masyarakatnya untuk kehidupan yang lebih baikDimensi pendukung, mencerminkan kemampuan suatu ideologi untuk menyesuaikan dengan perkembangan Masyarakat dan Pembangunan Sebagai Pendorong Pancasila Ideologi TerbukaPancasila sebagai ideologi terbuka tak lepas dari beberapa faktor pendukungnya, yaitu perkembangan masyarakat dan pembangunannya yang berkembang pesat. Saat ini informasi sudah bisa didapatkan dengan mudah tanpa batas hingga berbagai negara di dunia. Hal ini yang membuat Pancasila diharapkan mampu terbuka menerima hal-hal baik yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut negara. Selain itu, didukung juga dengan perkembangan pembangunan nasional yang berkembang dengan cepat, sehingga Pancasila dituntut untuk menjadi dasar negara yang tidak kaku atau sekarang sudah paham kan? Semoga penjelasan Pancasila sebagai ideologi terbuka di atas dapat bermanfaat ya!
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka – Sebagai sebuah ideologi, Pancasila memiliki kedudukan yang tak tergantikan bagi Bangsa Indonesia. Sejak dicetuskannya ide mengenai Pancasila, dasar negara ini pun menjadi kunci pokok dalam berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, gagasan mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka bukanlah suatu yang harus dipandang sinis. Akan tetapi, lebih kepada nilai yang dikandung Pancasila telah mewakili pribadi bangsa. Pancasila sebagai ideologi terbuka pertama kali dicetuskan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tahun 1985. Terkait sifat pola pikir dan berkembangnya masyarakat Indonesia, beliau menegaskan Pancasila harus kreatif dan dinamis. Artinya, sebagai warga negara Indonesia harus mampu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman melalui konsensus-konsensus nasional. Hal itu disebabkan karena dalam kehidupan yang dinamis, arus perkembangan zaman semakin meningkat. Sebagai warga negara yang baik, Pancasila sendiri memiliki hakekat P-4 yaitu pedoman, penghayatan, dan Pengamalan Pancasila. Pancasila merupakan ideologi dan falsafah negara. Pancasila menjadi landasan negara dan terkandung nilai dasar yang dapat menggambarkan jati diri Negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam dalam Pancasila dapat menerapkan kepercayaan masyarakat sehingga Pancasila dapat dipandang sebagai ideologi yang diterapkan Negara Indonesia. Nilai dalam Pancasila juga mengandung nilai yang relevan sepanjang zaman, sehingga Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka. Selain itu, kelima sila Pancasila memiliki makna tersendiri yang menggambarkan kemajuan perkembangan zaman. Baca Juga Teks Pancasila Faktor yang Mendasari Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Ideologi terbuka telah mampu menyelesaikan persoalan masyarakat Indonesia dengan pola pikir maju dan gaya gerak yang up-to-date. Adanya Pancasila sebagai ideologi terbuka ini untuk memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengolah akal pikirnya seiring berkembangnya zaman sehingga masyarakat turut andil dalam pergerakan. Berikut adalah faktor yang mendasari pemikiran tersebut 1. Menerima Kenyataan bahwa Masyarakat Berkembang Sangat Cepat Sebagai contoh tendensi globalisasi ekonomi yang merupakan ciri khas dari dunia pada abad ke-21. Dalam kasus tersebut, peranan besar tidak dipegang oleh negara atau pemerintah tetapi dipegang oleh badan swasta. Hal itu dikarenakan pemerintah atau negara menangani kasus tersebut relatif lamban. Masih banyak kecenderungan yang menggambarkan kompleksitas lambannya pemerintah atau negara, sehingga gejala-gejala tersebut membutuhkan kejelasan sikap secara jelas 2. Pengaruh Komunisme Sangat Besar Pengalaman sejarah politik di waktu lampau dalam bahasan komunisme berpengaruh dalam keterbukaan ideologi. Karena ideologi komunisme bersifat tertutup. Sehingga Pancasila di masa lampau pernah menjadi kaku. Terdapat aturan-aturan yang tidak dapat dibedakan antara aturan yang dihargai sebagai aksioma dan aturan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan. Ideologi tertutup merupakan ideologi yang bergerak tanpa mengikuti perkembangan zaman, artinya ideologi tertutup hanya tinggal melaksanakannya saja. Tipe ideologi ini memiliki suatu ajaran, tujuan, dan norma-norma yang telah dianggap benar dan tidak dapat dipersoalkan lagi kebenarannya. Oleh karenanya, ideologi tertutup tidak dapat diubah serta harus diterima dan dipatuhi. Ideologi tertutup biasa disebut dogmatis dan apriori. Dogmatis artinya percaya tanpa adanya kesesuaian terhadap lapangan,tidak ada sikap toleransi. Sementara itu, apriori artinya berasumsi terlebih dahulu sebelum melihat keadaan. Contoh dari ideologi tertutup ini adalah marxisme-leninisme atau komunisme. Ciri-Ciri Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Sebagai sebuah ideologi, Pancasila berfungsi sebagai dasar dan pegangan hidup seluruh warga negara indonesia. Secara tidak langsung, Pancasila pun tercermin dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut merupakan ciri-ciri Pancasila sebagai ideologi terbuka Sebagai sebuah ideologi yang terbuka, Pancasila memiliki warna kepribadian sebelum, sesudah, dan saat berlangsungnya masa penjajahan Sifatnya yang kreatif dan dinamis seiring dengan perkembangan zaman, menjadikan Pancasila lebih terbuka terhadap masyarakat. Ketika keterbukaan ini tidak terjadi, maka nila-nilai realitas terhadap Pancasila pada masyarakat akan berkurang. Pancasila juga tergambarkan atas pengalaman bangsa Indonesia terdahulu. Terlebih mengenai masuknya Islam di Indonesia Terbentuk Pancasila tanpa melalui adanya paksaan atau ancaman, karena Pancasila sebagai ideologi yang terbuka muncul atas keinginan rakyat Pancasila bercirikan idealitas, artinya ideologi itu merupakan suatu yang ideal. Masing-masing cita-cita bangsa Indonesia memberikan idealisme yang untuk mewujudkannya. Sehingga harapan, motivasi dan optimisme tidak kala begitu saja Nilai fleksibilitas pun dimiliki oleh Pancasila, sehingga memenuhi kriteria sebagai sebuah ideologi yang terbuka. Ideologi tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu memberikan interpretasi-interpretasi baru. Namun, interpretasi tersebut tetap sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila yang relevan dan sesuai dengan yang di cita-cita kan Bangsa Indonesia. Baca Juga Hari Lahir Pancasila Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Perlu diperhatikan, bahwa keterbukaan Pancasila ini tidak sampai mengubah nilai-nilai dasar Pancasila itu sendiri. Artinya, Pancasila tidak bersifat kaku atau beku, akan tetapi mengalir yang tetap patuh pada dasar negara. Dengan begitu, penjabaran perlakuannya saja yang terbuka seiring zaman. Keterbukaan Pancasila ini sudah dimulai sejak perumusan sila-sila Pancasila. Lima sila Pancasila yaitu ketuhanan yang maha esa; kemanusiaan yang adil dan beradab; persatuan Indonesia; kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan hasil keputusan Bersama oleh BPUPKI dan PPKI. Saat perumusan itu telah menggambarkan bahwa Pancasila itu terbuka, karena bersifat demokratis dan meletakkan sifat terbuka terhadap persepsi bangsa nantinya. Oleh karena itu, Pancasila sebagai sebuah ideologi yang terbuka bersifat murni dan konsekuen. Dengan demikian, sifat-sifat ini dapat dikatakan sebagai perwujudan Pancasila sebagai ideologi yang terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka telah memberikan toleransi yang tinggi terhadap pemerintahan dan segenap perangkat negara. Setelah terjadinya banyak kasus sosial-politis yang saat itu berpengaruh, melihat keterbukaan Pancasila dan toleransinya mengakibatkan perumusan Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara Republik Indonesia ini sah. Di lain pihak, bangsa Indonesia memberikan ketegasan dan keutuhan dalam mempertahankannya. Seringkali adanya pemberontakan namun dinamika dalam kekuatan berpegang teguh pada Pancasila tetap dipegang oleh bangsa. Karena bangsa Indonesia menerima sejarah secara nasional. Mereka menjaga keteguhan dan kerukunan antar bangsa serta ketuhanan kepada Yang Maha Esa. Baca Juga Monumen Pancasila Sakti Batasan Keterbukaan Pancasila Hanya saja, Pancasila sebagai sebuah ideologi terbuka ini tidaklah apresiatif terhadap perubahan. Keterbukaan Pancasila tidak ada yang menjerumuskan dengan memasukkan aspirasi-aspirasi rakyat tanpa filter. Bukan hal yang mudah pula menerima perubahan dalam bangsa, Pancasila hanyalah mengikuti perubahan itu. Pancasila sebagai ideologi yang terbuka juga bukan berarti memberikan kemudahan dalam memakan sila, artinya Bangsa Indonesia dengan mudah dalam menentang ketika ada suatu persoalan. Mengingat dinamika kehidupan itu sangat drastis, tapi wawasan dan orientasi Pancasila sebagai sebuah ideologi terbuka tidak bisa dimainkan. Akan tetapi, karena adanya banyak sekali tantangan dan ancaman seiring zaman, Pancasila mengukuhkannya dengan membuka peluang untuk berwawasan yang luas. Pancasila telah dirancang sedemikian rupa namun sebaik apapun ideologi Pancasila jika tidak ada dukungan dari sumber daya manusia itu sendiri sama hal nya tidak akan berguna. Oleh karena itu konsep ideologi terbuka ini pun butuh batasan sebagai berikut Pertama, Pancasila secara mutlak nilai dasar atau intrinsiknya dan nilai instrumental dapat disesuaikan dan diganti. Karena nilai instrumental merupakan nilai-nilai lanjutan dari nilai dasar Pancasila itu sendiri. Nilai instrumental ini pun telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945 serta perundangan dan peraturan lainnya. Kedua, perubahan dalam nilai instrumental harus dijaga dan diperhatikan kinerjanya. Tidak boleh bertentangan dengan linea recta. Karena hal tersebut menyebabkan meniadakan nilai instrinsik yang bersangkutan. Dari uraian diatas dapat ditekankan bahwasannya Pancasila sebagai ideologi terbuka ini telah aktif sejak dirumuskannya Pancasila. Berideologi terbuka berarti masyarakat mempunyai hak untuk memberikan aspirasi ide-ide atau gagasan yang dapat mendukung jalannya kenegaraan. Dengan begitu, Pancasila sebagai pedoman dan dasar negara ini tidak bersifat tertutup.
pancasila memiliki prasyarat menjadi ideologi terbuka karena